Hasil Pertemuan: PBB Rapat Darurat Bahas Perang AS-Israel Lawan Iran, Begini Hasilnya
PBB Rapat Darurat Bahas Konflik AS-Israel dengan Iran, Kesimpulan Muncul
Konflik Terus Memanas di Timur Tengah
Pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB berlangsung selama dua jam, selesai pada pukul 23:00 GMT Sabtu (28/1) atau 05:00 WIB Minggu (1/3/2026). Hadir dalam sidang tersebut adalah 15 anggota DK PBB, Sekretaris Jenderal PBB, serta perwakilan Iran dan Israel. Mereka membahas situasi tegang di Timur Tengah akibat aksi militer antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dalam sesi diskusi, perwakilan Iran menyebut serangan-serangan terjadi saat negosiasi nuklir sedang berlangsung. Sementara itu, utusan AS dan Israel menegaskan bahwa pembicaraan sudah mencapai titik terendah dan tidak perlu dilanjutkan. Perbedaan pandangan ini menyoroti ketegangan antara kedua belah pihak.
“Serangan AS dan Israel terhadap Iran merupakan tindakan agresi yang jelas,” kata Guterres. Ia menyoroti bahwa serangan tersebut melanggar aturan internasional, tetapi juga mengkritik respons balasan dari Iran yang menargetkan Israel dan tujuh negara dengan basis militer AS.
Penegasan Guterres menyampaikan kekhawatiran bahwa eskalasi konflik bisa berujung pada krisis yang tidak terkendali. Ia menekankan pentingnya dialog untuk mencegah perang yang lebih besar. Meski demikian, perwakilan Iran tetap mengingatkan bahwa tindakan militer mengganggu proses negosiasi nuklir.
Kesimpulan dari rapat darurat tersebut menunjukkan adanya ketidaksepahaman mengenai arah lanjut perundingan. Beberapa anggota DK PBB mempertanyakan apakah negosiasi harus terus dilakukan atau sebaiknya dihentikan. Poin ini menjadi fokus utama dalam pembahasan akhir.
Video CNBC: Perwakilan Negara-Negara Tegaskan Pandangan Berbeda
[Gambas:Video CNBC] Dalam sesi tanya jawab, para delegasi menyampaikan pernyataan yang beragam. Meski AS dan Israel mengklaim aksi mereka sebagai bentuk pertahanan, Iran berargumen bahwa serangan tersebut memperparah ketegangan di wilayah yang sedang mencari resolusi.
