DK PBB Rapat Darurat usai Iran Diserang AS-Israel

DK PBB Rapat Darurat Usai Iran Diserang AS-Israel

Pertemuan Darurat PBB

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) berencana menggelar pertemuan darurat hari ini setelah serangan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Sidang tersebut dijadwalkan dimulai sekitar pukul 16.00 waktu setempat, seperti diumumkan melalui laman resmi PBB pada Sabtu (28/2/2026). Pertemuan ini diusulkan oleh Prancis, Bahrain, dan Kolombia, serta akan dipimpin oleh Inggris yang saat ini menjabat sebagai presiden DK PBB.

Pernyataan Guterres

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam tindakan serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran. Ia menyatakan,

“Penggunaan kekuatan oleh AS dan Israel terhadap Iran, serta pembalasan sebaliknya di seluruh wilayah, merusak perdamaian dan keamanan internasional.”

Guterres juga meminta gencatan senjata segera dan deeskalasi konflik. “Ini bisa memicu perang regional yang lebih luas, dengan dampak serius bagi warga sipil dan stabilitas wilayah,” tambahnya.

Indonesia Tawarkan Mediasi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menunjukkan keinginan untuk menjadi pihak penengah dalam situasi krisis ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam pernyataannya. “Pemerintah Indonesia bersedia memfasilitasi diskusi agar tercipta kembali kondisi keamanan yang stabil. Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden akan pergi ke Teheran untuk melakukan mediasi,” jelas Kemlu RI melalui akun X @Kemlu_RI.

Detik-detik Serangan

Dalam pagi hari waktu Iran, Israel meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke kota Teheran. Serangan ini mendapat dukungan dari Presiden AS Donald Trump, yang mengonfirmasi bahwa AS ikut mengambil peran dalam serangan tersebut. “Tindakan gabungan ini bertujuan melindungi keamanan warga AS,” kata Trump.

Respon Iran dan Dampak Serangan

Iran langsung membalas serangan dengan menyerang Israel dan markas besar AS di beberapa negara di wilayah Timur Tengah. Al-Jazeera melaporkan bahwa ledakan terjadi di Qatar, Bahrain, serta Kuwait. Bahrain mengkonfirmasi bahwa markas Armada Kelima Angkatan Laut AS menjadi sasaran. Selain itu, ledakan kuat juga terjadi di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, serta Manama, ibu kota Bahrain. Saat ini, ketiga negara tersebut telah menutup wilayah udara mereka sebagai langkah pencegahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *